Harga jual sudah terasa pas, tetapi bahan cepat habis. Dua halaman ini menunjukkan menu mana yang paling menguntungkan, dan berapa bahan yang keluar di luar penjualan.
Membaca analisis margin
Semua paket.
- Buka Laporan › Keuangan › Analisis margin.
- Tekan Periode, lalu pilih rentang tanggalnya.
- Lihat Pendapatan periode ini dan Keuntungan di atas, lalu baca tabel Per menu.
- Tekan Unduh kalau perlu menyimpannya. Halaman ini tidak punya tombol Cetak dan pilihan outlet.
| Angka | Artinya |
|---|---|
| Outlet | Muncul kalau usahamu punya lebih dari satu outlet. Menu yang dijual di beberapa outlet tampil satu baris per outlet, karena harga dan resepnya bisa berbeda. |
| Harga jual | Harga menu atau varian itu sekarang. |
| Modal per satuan | Modal bahan untuk satu porsi menurut resepnya. Tertulis "Belum terhitung" kalau bahannya belum punya harga beli. |
| Untung | Harga jual dikurangi modal per satuan, dalam persen dari harga jual. Hijau mulai 40%, kuning mulai 15%, dan merah di bawah 15%. |
| Terjual dan Pendapatan | Jumlah porsi terjual di periode itu dan nilainya setelah semua diskon. Diskon nota dibagi ke tiap menu sebanding nilainya, dan pajak yang sudah termasuk di harga tidak ikut dihitung. Angkanya sama dengan kolom Bersih di Penjualan per menu. |
| Keuntungan | Pendapatan dikurangi modal bahan dari porsi yang terjual. |
Tabelnya memuat semua menu dan varian, termasuk yang belum terjual di periode itu. Menu dengan persen untung kecil tetapi banyak terjual patut dicek dulu: harga jualnya, takaran resepnya, atau harga beli bahannya.
Membaca analisis HPP
Lievita ke atas. Resep bilang satu porsi nasi goreng butuh modal sekian. Kenyataannya, bahan juga keluar karena terbuang, pesanan batal, atau takaran berlebih. Analisis HPP mengukur selisih itu.
- Buka Laporan › Keuangan › Analisis HPP.
- Tekan Periode, lalu pilih rentang tanggalnya.
- Khusus paket Maestro: pilih satu outlet di Outlet, atau biarkan Gabungan semua outlet.
| Angka | Artinya |
|---|---|
| Penjualan bersih (nilai nota) | Penjualan di periode itu, sama dengan di laba-rugi. |
| Bahan terpakai menurut resep | Modal menurut resep: resep dikali jumlah terjual. |
| Barang terbuang yang dicatat | Modal bahan atau menu yang dicatat di menu Barang terbuang, ditambah bahan yang hilang saat dikirim ke outlet lain. |
| Pembatalan penjualan (bahan sudah dibuat) | Modal bahan dari nota yang dibatalkan setelah pesanannya dibuat. |
| Penyisihan bahan kedaluwarsa | Nilai bahan lewat tanggal yang disisihkan di periode itu. Barisnya menjadi Penyisihan bahan kedaluwarsa yang dibalik kalau lebih banyak yang sudah dicatat terbuang. Khusus paket Maestro, dan hanya tampil kalau ada isinya. |
| Penyesuaian modal bahan yang terjual saat stok minus | Selisih harga perkiraan dengan harga beli bahan yang terjual saat stoknya minus. Hanya tampil kalau ada isinya. |
| Susut stok hasil opname | Modal bahan yang kurang saat stok opname. Kalau hasil hitung lebih banyak, barisnya menjadi Kelebihan stok hasil opname. |
| Total selisih pemakaian | Jumlah semua penyebab di atas, yaitu bahan yang keluar di luar penjualan. |
| HPP sebenarnya (sama dengan laba-rugi) | Modal bahan yang benar-benar terpakai: persediaan awal, ditambah pembelian, dikurangi persediaan akhir. |
| Food cost menurut resep dan Food cost sebenarnya | Modal menurut resep dan modal sebenarnya, masing-masing dalam persen dari penjualan. Keduanya tampil di atas laporan, bersama Selisih pemakaian. |
Kalau ada sisa pembulatan, muncul baris Selisih pembulatan supaya jumlahnya tetap sama dengan HPP sebenarnya. Di bawahnya ada tabel HPP per kategori bahan. Kalau kamu mencatat produksi bahan setengah jadi, ada kolom Produksi yang memindahkan modal dari bahan baku ke bahan hasil produksi, jadi jumlahnya nol dan HPP totalnya tidak berubah. Kalau ada barang terbuang, tampil juga rinciannya per alasan dan lima bahan atau menu dengan nilai terbesar.
Yang perlu diketahui
- Tanpa catatan barang terbuang dan stok opname, modal sebenarnya akan hampir sama dengan modal menurut resep. Lakukan stok opname rutin supaya angkanya sesuai keadaan gudang.
- Selisih stok opname biasanya berasal dari porsi berlebih, bahan rusak yang tidak dicatat, atau kehilangan.
- Penjualan dihitung dari nilai nota pada tanggal pesan, sama dengan di Membaca laporan laba-rugi.
- Untuk outlet yang saling berkirim bahan, kekurangan kiriman masuk bagian Barang terbuang outlet pengirim dengan alasan Hilang di perjalanan kiriman.
- Di Prima, Analisis HPP tidak tampil di halaman Laporan. Pemilik usaha melihatnya di menu, pada kelompok Fitur paket lain.